Rem merupakan salah satu fitur keselamatan terpenting di kendaraan apa pun. Namun, bagaimana cara memeriksa minyak rem — itu adalah pertanyaan yang harus diketahui jawabannya oleh setiap pengemudi.
Memahami tingkat dan kondisi minyak rem mobil Anda dapat membantu Anda mencegah masalah yang lebih besar di kemudian hari (dan percayalah, ini lebih mudah dari yang Anda kira).
Jadi, mengapa Anda harus mempelajari cara memeriksa minyak rem? Karena minyak rem penting untuk menjaga kinerja rem, terutama saat bantalan rem aus atau jika terjadi kebocoran minyak rem. Mari kita buka kapnya, masuk ke kompartemen mesin dan lihat lebih dekat cara kerja keajaiban hidrolik ini.
1. Temukan Reservoir Minyak Rem
Mulailah dengan menemukan reservoir master silinder rem (juga disebut reservoir minyak rem), biasanya terletak di dekat bagian belakang ruang mesin, dekat dengan booster rem.
Pada kebanyakan mobil, tangki ini berupa wadah plastik tembus pandang dengan garis batas minimum dan maksimum yang ditandai dengan jelas. Kendaraan lama mungkin memiliki tangki logam yang dipasang pada master silinder dengan tutup atau penutup yang dapat dilepas.
Selalu periksa buku petunjuk kendaraan Anda jika Anda tidak yakin. Setelah menemukan reservoir, lakukan pemeriksaan visual terhadap level cairan. Jika cairan berada di bawah tanda minimum, itu merupakan indikasi bahwa minyak rem Anda rendah.
2. Periksa Kondisi Minyak Rem
Saat Anda memeriksa minyak rem, yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa banyak minyak yang ada di dalamnya; tetapi juga bagaimana tampilannya. Minyak rem seharusnya berwarna kuning muda dan bening (terkadang hijau muda dan merah muda). Jika warnanya gelap, keruh, atau ada kotoran yang terlihat, mungkin itu adalah minyak yang terkontaminasi yang dapat merusak sistem rem Anda.
Karena minyak rem menyerap kelembapan dari waktu ke waktu, kadar kelembapan yang tinggi dapat mengurangi titik didih, sehingga rem menjadi kurang efektif. Anda dapat menggunakan strip uji atau alat penguji elektronik untuk memeriksa kualitas minyak rem.
3. Tambahkan Minyak Rem (Jika Diperlukan)
Jika cairan rem Anda rendah tetapi bersih, Anda dapat menambahkan minyak rem sendiri. Minyak rem dinilai berdasarkan suhu didih , dengan standar yang ditetapkan dalam kode Departemen Transportasi AS (DOT) [sumber: US Gov Info ].
Pastikan untuk menggunakan jenis yang benar seperti yang ditentukan dalam buku petunjuk pemilik — biasanya DOT 3, DOT 4 atau DOT 5.1. Jangan mencampur jenis!
Sebelum membuka tutup reservoir minyak rem, bersihkan bagian luarnya untuk mencegah serpihan jatuh ke dalam sistem. Tambahkan minyak rem secara perlahan hingga mencapai level yang tepat, tetapi jangan sampai terlalu penuh. Pasang kembali tutupnya dengan rapat.
4. Ketahui Kapan Harus Mengganti atau Memeriksa
Jika level cairan rem sering turun, Anda bisa kehilangan minyak rem karena kebocoran minyak rem, atau bantalan rem Anda mungkin sudah sangat aus. Kebocoran pada saluran rem , kaliper, atau silinder belakang harus segera diatasi.
Selain itu, jika pedal rem terasa lembek atau terbenam ke lantai, saatnya memeriksa rem. Selain minyak rem yang rendah, masalah pada master silinder atau saluran rem bisa serius.