Tokoh kartun memiliki cara yang tak lekang oleh waktu untuk memikat hati penonton lintas generasi. Baik mereka berasal dari televisi, komik strip, atau film, tokoh-tokoh animasi ini melampaui hiburan dan menjadi ikon budaya. Mereka menghibur kita dengan humor mereka, menginspirasi kita dengan keberanian mereka, atau terkadang memikat kita dengan keanehan mereka. Hari ini, kita merayakan sepuluh tokoh kartun teratas yang telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan pada budaya pop. Tokoh-tokoh ini diberi peringkat berdasarkan popularitas, dampak budaya, dan kemampuan mereka untuk menarik perhatian penggemar di seluruh dunia.
1. Mickey Mouse: Ikon Abadi
Mickey Mouse, yang diciptakan oleh Walt Disney dan Ub Iwerks pada tahun 1928, tidak diragukan lagi merupakan karakter kartun paling ikonik sepanjang sejarah. Diperkenalkan ke dunia dalam film pendek animasi Steamboat Willie , Mickey dengan cepat menjadi wajah The Walt Disney Company. Dikenali dari celana pendek merahnya, sepatu kuning, dan sarung tangan putih besar, Mickey memiliki daya tarik universal yang melampaui usia dan budaya. Kepribadiannya yang ceria dan sikap optimisnya mewujudkan semangat kegembiraan dan imajinasi.
Mickey dapat ditemukan di mana-mana—dari taman hiburan seperti Disneyland dan Disney World hingga berbagai barang dagangan mulai dari jam tangan hingga peralatan dapur. Ia bahkan memiliki bintangnya sendiri di Hollywood Walk of Fame. Fakta menarik tentang Mickey adalah bahwa Walt Disney sendiri yang menyediakan suara asli untuk karakter tersebut. Secara anekdot, Mickey telah menjadi simbol harapan selama masa-masa sulit, seperti penampilannya di poster obligasi perang selama Perang Dunia II. Selama bertahun-tahun, kepribadian Mickey telah berevolusi, menjadi lebih suka berpetualang dan ingin tahu dalam kartun modern seperti Mickey Mouse Clubhouse .
2. Bugs Bunny: Si Penipu Cerdas
Bugs Bunny, kelinci lucu dari Warner Bros., memulai debutnya di A Wild Hare tahun 1940 dan dengan cepat menjadi bintang seri Looney Tunes . Dengan aksen Brooklyn, kebiasaan mengunyah wortel, dan slogannya “Ada apa, Dok?”, Bugs adalah penipu sejati. Dikenal karena mengalahkan musuh seperti Elmer Fudd dan Yosemite Sam, ia melambangkan kecerdasan, kepandaian, dan penolakan untuk menyerah.
Kejenakaan Bugs telah membawanya ke berbagai lokasi, dari luar angkasa hingga kastil abad pertengahan, yang menunjukkan kemampuannya beradaptasi. Satu hal menarik tentang Bugs adalah bahwa ia adalah karakter kartun pertama yang menerima nominasi Academy Award untuk Knighty Knight Bugs . Cerita-cerita anekdot sering kali menyoroti kemampuannya untuk memikat penonton; selama Perang Dunia II, Bugs ditampilkan dalam film-film propaganda yang meningkatkan moral pasukan AS. Warisan Bugs bertahan baik dalam tayangan ulang klasik maupun interpretasi ulang modern seperti Space Jam .
3. SpongeBob SquarePants: Si Optimis yang Menyerap
SpongeBob SquarePants, spons laut ceria dari Bikini Bottom, telah menghibur penonton sejak debutnya pada tahun 1999. Diciptakan oleh ahli biologi laut dan animator Stephen Hillenburg, SpongeBob bekerja sebagai juru masak di Krusty Krab sambil bermimpi mendapatkan lisensi berperahu. Optimismenya yang menular dan rasa ingin tahunya yang kekanak-kanakan membuatnya menjadi favorit di kalangan anak-anak dan orang dewasa.
Lokasi Bikini Bottom seperti Jellyfish Fields dan Goo Lagoon telah menjadi latar ikonik, sementara karakter seperti Patrick Star dan Squidward Tentacles menambah kedalaman dunia SpongeBob. Fakta menariknya adalah tawa karakter tersebut terinspirasi oleh suara lumba-lumba. Secara anekdot, lagu SpongeBob “Best Day Ever” telah menjadi seruan bagi para penggemar yang merayakan kepositifannya yang tak kenal lelah. Humor yang unik dan momen-momen yang menyentuh hati dalam acara tersebut memastikan daya tariknya yang abadi.
4. Scooby-Doo: Si Detektif yang Menyenangkan
Scooby-Doo, anjing Great Dane yang bisa berbicara dan gemar menyantap camilan Scooby, telah memecahkan misteri bersama geng Mystery Inc. sejak 1969. Diciptakan oleh Hanna-Barbera, Scooby terkenal karena sifatnya yang pengecut namun heroik, sering kali menemukan petunjuk atau mengungkap penjahat secara tidak sengaja. Ucapannya yang terkenal, “Ruh-roh, Raggy!” dan slogan-slogan lucu lainnya menambah pesonanya.
Dari rumah-rumah berhantu hingga taman hiburan yang terbengkalai, Scooby dan gengnya telah bepergian jauh, memecahkan misteri yang menyeramkan. Menariknya, nama lengkap Scooby adalah Scoobert Doo, sebuah fakta yang jarang diketahui yang suka ditemukan oleh para penggemar. Anekdot sering kali menyoroti persahabatan antara Scooby dan Shaggy, yang dinamika komedinya telah menjadi landasan waralaba tersebut. Pengaruh Scooby-Doo menjangkau berbagai generasi, dengan adaptasi baru seperti Scoob! memastikan warisannya.
5. Homer Simpson: Pria Biasa yang Mudah Dipahami
Homer Simpson, tokoh utama The Simpsons yang kikuk namun menyenangkan , pertama kali muncul pada tahun 1987 di The Tracey Ullman Show . Diciptakan oleh Matt Groening, karakter Homer yang ikonik, “D’oh!”, dan kecintaannya yang tak terpuaskan pada donat telah menjadikannya salah satu karakter televisi yang paling mudah dipahami. Meskipun memiliki banyak kekurangan, Homer sering mengejutkan penggemar dengan momen-momen kebijaksanaan dan cinta yang tulus untuk keluarganya.
Berlatar di kota fiksi Springfield, kejenakaan Homer sering dikaitkan dengan lokasi seperti Moe’s Tavern atau Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Springfield. Fakta menariknya adalah pengisi suara Homer, Dan Castellaneta, memenangkan beberapa Penghargaan Emmy untuk perannya. Secara anekdot, slogan Homer bahkan telah menjadi bahasa sehari-hari, mengukuhkan statusnya sebagai ikon budaya.
6. Tom dan Jerry: Saingan Abadi
Tom, si kucing pintar, dan Jerry, si tikus nakal, telah terlibat dalam persaingan komedi sejak debut mereka pada tahun 1940. Diciptakan oleh William Hanna dan Joseph Barbera, humor slapstick bisu dari duo dinamis ini melampaui batasan bahasa. Setiap episode menampilkan adegan kejar-kejaran yang inventif yang sering berakhir dengan Jerry yang mengalahkan Tom.
Latarnya bervariasi, dari rumah-rumah pinggiran kota yang nyaman hingga hotel-hotel mewah, yang membuat kejenakaan mereka tetap segar. Fakta menariknya adalah bahwa film pendek aslinya memenangkan tujuh Academy Awards. Secara anekdot, penggemar sering mengingat momen-momen kerja sama tim yang tak terduga antara Tom dan Jerry, yang menyoroti kompleksitas hubungan mereka. Pengaruh mereka meluas ke adaptasi yang tak terhitung jumlahnya, termasuk film layar lebar dan spin-off.
7. Fred Flintstone: Manusia Zaman Batu Modern
Fred Flintstone, tokoh utama The Flintstones yang riuh namun menawan , memulai debutnya pada tahun 1960 sebagai karakter animasi pertama di televisi pada jam tayang utama. Diciptakan oleh Hanna-Barbera, Fred terkenal karena teriakannya yang keras “Yabba-Dabba-Doo!” dan kejenakaannya di kota prasejarah Bedrock. Sebagai seorang pria keluarga yang setia dan pekerja tambang, Fred mewujudkan perpaduan antara humor dan keakraban.
Dunia Fred mencakup lokasi-lokasi ikonik seperti rumah keluarga Flinstone yang diukir dari batu dan Arena Bowling Bedrock. Fakta menariknya adalah Fred dimodelkan berdasarkan Ralph Kramden yang diperankan Jackie Gleason dari The Honeymooners . Secara anekdot, popularitas Fred yang bertahan lama menyebabkan kebangkitannya pada tahun 1990-an dengan film-film laga yang memperkenalkannya kembali kepada generasi baru.
8. Pikachu: Maskot Listrik
Pikachu, Pokemon listrik berwarna kuning, telah menjadi fenomena global sejak debutnya pada tahun 1996. Sebagai wajah dari waralaba Pokemon, “Pika Pika” dan serangannya yang menggetarkan telah membuatnya dicintai oleh para penggemar di seluruh dunia. Ikatan karakter dengan pelatih Ash Ketchum dalam serial animasi tersebut merupakan penegasan akan persahabatan dan kesetiaan.
Pikachu telah muncul di berbagai lokasi di seluruh jagat Pokémon, dari hutan hingga pusat kebugaran. Fakta menariknya adalah desain Pikachu terinspirasi oleh tupai, dan pipinya dibentuk menyerupai mochi. Secara anekdot, peran Pikachu dalam Pokémon: Detective Pikachu menghidupkan karakter tersebut dalam format baru yang realistis, yang menyenangkan penggemar lama maupun pendatang baru.